Mengapa Harus Belajar?

Written By: DR. Neng Nurhemah, M.Pd - Nov• 03•12

Sejatinya setiap kita di lahirkan dalam keadaan bodoh, tetapi dibekali naluri yang hampir mendekati dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan sosial. Sejak kita lahir, Allah SWT melengkapi perangkat yang maha dahsyat yaitu bagaimana mempertahankan hidup. Tanpa di ajari, secara naluriah sang bayi mencari puting susu ibunya untuk mendapatkan nutrisi makanan yang dibutuhkannya agar bisa hidup.Sejak itu sang bayi mulai banyak belajar dan sang ibu banyak memberikan pelajaran baginya, baik secara sadar maupun tidak. Diajarinya sang bayi mungil itu bagaimana mengucapkan kata-kata sederhana seperti mengucapkan kata “Mama…”. Diajarinya bagaimana makan, berjalan dan seterusnya. Namun mengapa ketika dia beranjak dewasa banyak yang malas untuk belajar?

Hidup di zaman modern yang serba canggih ini menuntut secara paksa kepada kita untuk selalu belajar. Tanpa belajar kita akan ketinggalan kereta. belajar tak semata-mata harus datang ke sekolah, duduk bersama teman-teman lainnya di kelas, dan memperhatikan guru yang sedang memberikan pelajaran. Ingatlah kalau itu hanya salah satu cara belajar, dan sebenarnya masih banyak cara belajar yang lain, bahkan tanpa duduk di bangku sekolah. Harus disadari dan ditanamkan dalam diri bahwa salah satu esensi dari hidup adalah belajar. Lihatlah bagaimana si kecil ketika mula pertama mengenal dunia ini. Dia belajar untuk hidup.

Pantas saja Rasulullah SAW memerintahkan bagi segenap muslim laki-laki maupun muslim perempuan untuk belajar. Belajarlah hingga kita mengakhiri kehidupan yang fana ini. Belajar walau itu harus ke negeri China…yang nun jauh diseberang benua sana.

Saya belajar untuk hidup. Saya belajar untuk bertahan hidup. Tanpa menjadi pembelajar, saya takkan bisa survive menjalani hidup dan kehidupan di dunia ini. Dalam konteks ini, saya membutuhkan keberlangsungan hidup saya dengan cara belajar dan terus belajar. Belajar tiada akan pernah terhenti karena habisnya ilmu yang mesti di pelajari. Firman Allah SWT…” seandainya lautan di jadikan tinta untuk menulis ilmu-Ku lalu di tambah seluas lautan itu lagi untuk menuliskan ilmu-Ku, maka takkan pernah habis ilmu-Ku kau tuliskan…”

So? mengapa kita harus belajar? mari kita tanya kepada diri kita masing-masing. Semoga Allah memberikan hidayah dan taufiqnya kepada kita sekalian. Amin.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.